BAB1
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang masalah
Kita lihat sekarang ini persaingan perusahaan itu
sangatlah pesat dan suatu perusahaan itu haruslah mampu bertahan dan
berkompetesi dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Salah satunya perusahaan itu
harus mampu dan bertahan dalam persaingan yang ketat dan tiada kata menyerah
dalam melaksanakan kegiatan baik itu pribadi maupun kelompok.
Karena Perkembangan dunia usaha saat ini
semakin bertambah pesat sehingga perusahaan di dalam mengelola usaha
diharapkan mampu menggunakan sumber daya
manusia dengan baik dan benar. Sumber daya manusia merupakan bagian yang cukup
penting dalam pencapaian tujuan organisasi baik itu perusahaan besar maupun kecil suatu perusahaan memiliki
peralatan yang modern dengan teknologi tinggi.
Tujuan memahami dan mempelajari manajemen sumber
daya manusia sebagai pengetahuan yang diperlukan untuk untuk memiliki kemampuan
analisa dalam menghadapi masalah-masalah manajemen khususnya dibidang
organisasi. Kedudukan SDM khususnya tentang mutu, sumber daya manusia dalam
suatu sistem yang lebih besar yaitu strategi organisasi. Sumber daya manusia
itu sangatlah penting bagi suatu perusahaan karena dengan adanya sumber daya
manusia itu manusia bisa menggunakan hal-hal yang bersangkutan dengan SDM dengan baik dan benar.
Peranan sumber daya manusia dalam perusahaan
sangatlah penting kerena sebagai penggerak utama seluruh kegiatan atau
aktivitas perusahaan dalam mencapai tujuannya, baik untuk memperoleh keuntungan
maupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Berhasil tidaknya
suatu perusahaan dalam mempertahankan eksitensi perusahaan dimulai dari manusia
itu sendiri dalam mempertahankan perusahaan dalam meningkatkan afektivitas dan
efisiensi secara ma ksimal.
Karyawan yang profesional dapat diartikan sebagai
sebuah pandangan untuk selalu berfikir, kerja keras, bekerja sepenuh waktu,
disiplin, jujur, loyalitas tinggi, dan penuh dedikasi demi untuk keberhasilan
pekerjaannya. Karyawan yang memiliki sikap seperti ini sangatlah penting bagi
suatu perusahaan karena dalam perusahaan itu sangat dibutuhkan sikap yang professional untuk mencapai suatu
keberhasilan.
faktor lain yang perlu diperhatikan oleh perusahaan
adalah lingkungan kerja dan kreatifitas kerja. Lingkungan kerja karna sangat
berkaitan erat dengan tinggi rendahnya kepuasaan karyawan, apabila lingkungan
kerja baik maka hal tersebut dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap
kinerja karyawan, begitu pula sebaiknya.) “ lingkungan kerja adalah keseluruhan
alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang
bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan
maupun sebagai kelompok”. kondisi kerja adalah keadaan dimana tempat kerja yang
baik meliputi fisik atau non fisik yang dapat memberikan kesan menyenangkan,
aman, tentram dan lain sebagainya.
Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan sangatlah
penting untuk di perhatikan untuk memanajemen sebuah perushaan. Meskipun
lingkungan kerja lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam
suatu perusahaan. Namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap
para karyawan yang melaksanakan proses produksi tersebut. Perusahaan yang
memperhatikan lingkingan kerja karyawan dapat meningkatkan produktifitas kerja
karyawannya.
Jenis
lingkungan kerja terbagi menjadi dua yaitu :
ü Lingkungan
kerja fisik merupakan suatu keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar temapat
kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun tidak
langsung .
ü Lingkungan
kerja Non fisik merupakan semua keadaan terjadi yang berkaitan dengan hubungan
kerja, baik hubungan dengan atasan maupun dengan hubungan sesama rekan kerja,
ataupun dengan bawahan.
Menurut sukanto dan indriyo (2000:151) Lingkungan
kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan dapat mempengaruhi
dalam bekerja meliputi pengaturan penerangan, pengontrolan suara gaduh,
pengaturan kebersihan tempat kerja dan pengaturan keamanan tempat kerja”. Sedangkan
menurut Nitisemito (2000:183) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada
di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam mejalankan
tugas-tugas yang di embam..
Kreatifitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil
yang sifatnya baru (inovatif) atau belum ada sebelumnya,segar.menarik,aneh,dan
mengejutkan, berguna dan dapat di mengerti. Sedangkan kreatifitas kerja adalah
aktivitas imajinatif yang hasilnya merupakan pembentukan kombinasi dari
informasi yang di peroleh dari pengalaman-pengalaman sebelumnya menjadi hal
yang baru,berarti dan bermanfaat.
Kreatifitas kerja dapat di definisikan sebagai suatu
pengalaman untuk mengungkapkan dan mengaktualisasikan identitas individu
seseorang secara terpadu dalam hubungan eratnya dengan diri sendiri,orang
lain,dan lain-lain. Menurut supriadi (1999:7) Kreatifitas kerja merupakan proses
berpikir yang menghasilkan ide baru (original) danmotivasi.
Karyawan adalah penjual jasa (pikiran dan tenaga)
dan mendapat kompensasi yang besarnya telah di tetapkan terlebih dahulu. Karena
karyawan merupakan kekeyaan asset utama suatu perusahaan maka tanpa
keikutsertaan mereka aktivitas tidak akan terlaksana. Karyawan berperan penting
dalam menetapkan rencana.sistem .proses dan tujuan yamg ingin di capai.
Karyawan merupakan asset utama setiap perusahaan dan seleksi utama yang
dilakukan perusahaan yaitu memperoleh karyawan yang qualified dan kompeten yang
menjabat serta mengerjakan semua
pekerjaan pada perusahaan.
Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan
kemampuan. Kinerja adalah suatu kegiatan yang di lakukan olah karyawan sesuai
dengan kemampuan yang telah di milikinya. Untuk menyelesaikan tugas atau
pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan
tertentu. Kesediaan dan ketrampilan seseorang tidaklah cukup efektif.
Manfaat penilaian kinerja adalah : 1) perbaikan
kinerja 2) penyesuaian kinerja konpensasi 3) keputusan penempatan 4) kebutuhan
pelatihan dan pengembanga 5) perencanaan dan pengembangan karir 6) definisi
proses penempatan staf 7) ketidakakuratan informasi 8) kesalahan rancangan
pekerjaan 9) kesempatan kerja yang sama 10) tantangan-tantangan eksternal(11)
umpan balik SDM.
Penilaian kinerja merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan kinerja karyawan, karena dengan penilaian kinerja akan diketahui
seberapa baik seseorang telah bekerja sesuai dengan sasaran yang ingin
dicapainya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti
terdorong untuk mengangkat permasalahan ini dalam bentuk penelitian dengan
judul : PENGARUH LINGKUNGAN DAN KREATIFITAS KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA
PERUSAHAAN
B.
Pembatasan
masalah
Tujuan pembatas masalah
adalah untuk mempermudah arah dan maksud dari penelitian ini. Pada peneltian
ini hanya membahas tentang :
1. Lingkungan,
dan kreatifitas kerja dan kinerja karyawan
2. Kinerja
hanya di batasi oleh karyawan pada PT.Intanmas Indologam
C.
Perumusan
masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian dapat di rumuskan:
1. Adakah
pengaruh kreatifitas kerja terhadap kinerja karyawan
2. Adakah
pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan
3. Adakah
hubungan kreatifitas kerja dengan lingkungan kerja
D.
Tujuan
penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah tersebut maka tujuan yang di capai dalam penelitian adalah
1. Untuk
mengetahui ada tidaknya pengaruh kreatifitas kerja terhdadap kinerja karyawan
2. Untuk
mengetahui ada tidaknya pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan
3. Untuk
mengetahui ada tidaknya hubungan lingkungan kerja dan kreatifitas kerja
terhadap kinerja karyawan.
E.
Manfaat
penelitian
Penelitian
ini diharapkan mempunyai kegunaan sebagai barikut:
1. Bagi
perusahaan
Perusahaan menggunakan penelitian ini
dapat diketahui kelemahan dan kelebihan dari langkah – langkah yang diambil
perusahaan selama ini, sehingga dimasa datang perusahaan dapat menentukan
kebijakan khususnya mengenai kreatifitas dan lingkungan kerja.
2. Bagi
pelitian
Dapat digunakan untuk menerapkan teori
yang telah diperoleh penulis dibangku kuliah dan untuk menambah dan memperluas
pengetahuan.
3. Bagi
pihak lain
Sebagai tambahan pengetahuan, wawasan,
dan referensi bagi yang ingin mengembangkan penelitian ini, dan sebagai
sumbangan pemikiran dalam menyebarluaskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan
kepada masyarakat.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Lingkungan kerja
1.
Definisi lingkungan kerja
Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan sangat
penting untuk di perhatikan memanajemen. Meskipun lingkungan kerja tidak
melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan. Namun lingkungan kerja
mempunyai pengaruhi langsung terhadap para karyawan yang melaksanakan proses
produksi tersebut. Perusahaan yang memperhatikan lingkungan kerja karyawan
dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawannya. Sebaliknya lingkungan kerja
yang tidak memadai akan dapat menurunkan kinerja dan akhirnya akan menurunkan
motivasi kerja karyawan yang berakibat pada merosotnya kinerja karyawan.
lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas
dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode
kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai
kelompok”. Kesesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka
waktu yang lama lebih jauh lagi lingkungan-lingkungan kerja yang kurang baik
dapat menutut tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya
rancangan sistem kerja yang efisien.
Menurut sukanto dan indriyo (2000:151) Lingkungan
kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan dapat
mempengaruhi dalam bekerja meliputi pengaturan penerangan, pengontrolan suara
gaduh, pengaturan kebersihan tempat kerja dan pengaturan keamanan tempat
kerja”.
Menurut nitisemito (2000:183) lingkungan kerja
adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi
dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang di emban. Menurut leonard (2008)
lingkungan kerja adalah keseluruhan yang ada di sekitar karyawan pada saat
pekerja, baik yang berbentuk fisik maupun non fisik, langsung maupun tidak
langsung.
Menurut agus ahyani(2009:17) lingkungan kerja
adaalah suatu lingkungan dimana karyawan tersebut bekerja , sedangkan keadaan
kerja merupakan kondisi dimana karyawan tersebut bekerja.
Dari beberapa definisi di atas dapat di
simpulkan bahwa lingkungan kerja adalah
semua yang ada di sekitar pekerjaan yang dapat mempengaruhi pengontrolan suara
,penerangan.yang bisa mengatur kebersihan dan kenyamanan tempat kerja. Lingkungan
kerja yang memusatkan bagi karyawannya dapat meningkatkan kinerja sebaliknya
lingkungan kerja yang tidak memadai dapat menurunkan kinerja karyawan dan
akhirnya motivasi kerja karyawan.
Lingkungan kerja dalam
suatu perusahaan sangat penting untuk diperhatikan manajemen. Meskipun
lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan,
Namun lingkungan kerja mempunyai perngaruh langsung terhadap para karyawan yang
melaksanakan proses produksi tersebut.
2. Arti
penting lingkungan kerja
Lingkungan kerja adalah
di dalam suatu perusahaan penting untuk di perhatikan oleh manajemen perusahaan
yang akan mendirikan pabrik untuk perusahaan tersebut. Penyusunan suatu sistem
produk yang baik tidak akan di laksanakan dengan efektif apabila tidak di
dukung dengan lingkungan kerja yang memuaskan di dalam perusahaan tersebut.
Segala mesim, peralatan yang di pasang dan di pergunakan di dalam pabrik
tersebut. Tidak akan banyak berarti, apabila para karywan tdak dapat bekerja
dengan baik disebabkan, karena faktor lingkungan kerja yang tidak memenuhi
persyaratan yang di tentukan. Walaupun lingkungan kerja itu tidak berfungsi,
sebagai mesim dan peralatan produksi yang langsung memproses bahan menjadi
produk, namun pengaruh lingkungan kerja ini akan terasa di dalam proses
produksi yang di laksanakan oleh perusahaan yang bersangkutan.
3. Jenis-jenis
lingkungan kerja
Jenis lingkungan kerja terbagi menjadi dua yaitu :
a. Lingkungan
kerja fisik merupakan suatu keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar
temapat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsungmaupun tidak
langsung
b. Lingkungan kerja Non fisik merupakan
semuakeadaan terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan
atasan maupun dengan hubungan sesama rekan kerja, ataupun dengan bawahan.
4. Bagian
dari linkungan kerja
a. Pelayanan
para tenaga kerja
Pelayanan
para tenaga kerja ini merupakan salah satu faktor yang penting untuk membentuk
lingkungan kerja didalam perusahaan dengan pelayanan yang baik oleh perusahaan
maka para tenaga kerja akan memperoleh kepuasan kerja.
b. Kondisi
kerja
Kondisi
kerja merupakan kondisi dalam perusahaan dimana para tenaga kerja yang dapat
dipersiapkan oleh manajemen perusahaan. Kondisi kerja yang memedai akan
menimbulkan penurunan produktivitas.
Beberapa kondisi kerja
yang dapat dipersiapkan oleh manajemen
perusahaan
antara lain :
1.
Penerangan
2.
Temperature udara dan suhu udara
3.
Kebersihan
4.
Ruang gerak
5.
Pewarnaan
5.
Factor yang mempengaruhi lingkungan kerja
1.
Penerangan
Penerangan
adalah cukupnya sinar yang masuk kedalam ruang kerja, masing-masing karyawan
perusahaan.
2.
Suhu udara
Temperatur
udara atau suhu udara terlalu panas bagi karyawan akan dapat menjadi penyebab
penurunnya kepuasan kerjapara karyawan sehingga akan menimbulkan
kesalahan-kesalahan pelaksanaan proses produksi.
3.
Kebersihan
Kebersihan
ruang kerja sangat penting karena bisa
menimbulkan semangat para karyawan-karyawan perusahaan itu.
4. Ruang
gerak
perusahaan
perlu untuk memperhatikan rung gerak yang memadai dalam perusahaan, agar
karyawan dapat leluasa bergerak dengan baik, terlalu sempitnya ruang gerak yang
tersedia akan mengakibatkan karyawan tidak dapat bekerja dengan baik.
5. Pewarnaan
Pewarnaan
ruangan harus di perhatikan perusahaan karena itu juga bisa membangkitkan
semangat-semangat kerja para karyawannya.
6. Indicator-indikator
lingkungan kerja
1. Tata
ruang yang tepat dan mampu memberikan keluasan bekerja para karyawannya
2. Pencahayaan
yang memadai sehingga mampu mendukung kinerja karyawan
3. Pengaturan
ruang yang membuat ruang yang tenang dari suara bising
B.
Kreatifitas
kerja
1. Definisi
kreatifitas kerja
Pada abad pengetahuan ini ,Indonesia sebagai Negara
yang sedang berkembang sangat membutuhkan tenaga-tenaga yang terampil dan
kreatif yang dapat memberikan sumbangan bermakna bagi perkembangan ilmu
pengetahuan ,teknologi dan kebudayaan kesenian demi kesejahteraan dalam
perusahaan. Hgal ini mengingat kreatifitas kerja adalah bakat secara potensial
yang di miliki setiap orang yang dapat di identifikasikan dan dan di pupuk
melalui kegiatan yang tepat.
Kreatifitas adalah Penilaian kemampuan karywan dalam
mengembangkan kreatifitas untuk menyelesaikan pekerjaannya sehingga dapat
bekerja lebih berdaya guna dan berhasil guna. Kreatifitas adalah kegiatan yang
mendatangkan hasil yang sifatnya baru (inovatif) atau belum ada
sebelumnya,segar.menarik,aneh,dan mengejutkan, berguna dan dapat di mengerti.
Sedangkan kreatifitas kerja adalah aktivitas imajinatif yang hasilnya merupakan
pembentukan kombinasi dari informasi yang di peroleh dari pengalaman-pengalaman
sebelumnya menjadi hal yang baru,berarti dan bermanfaat.
Menurut Munandar (1953:33) mengemukakan bahwa
kreatifitas kerja adalah sebagai kemampuan untuk member gagasan yang dapat di
terampilkan dalam pemecahan masalah.
Menurut Stoner (1996:129) mengemukakan bahwa hal yang sama tentang kreatifitas,
kreatifitas merupakan proses berpikir yang menghasilkan ide baru (original )
dan inovasi. Begitu juga menurut Supriadi (1999:17) bahwa kreatifitas adalah
kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik yang berupa gagasan maupun karya nyata
yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Kreativitas kerja dapat diwujudkan, jika
setiap orang atau karyawan memiliki kemampuan secara terpadu dari daya pikir
dengan fisik yang dimiliki seseorang yang dapat menentukan kecepatan dan
ketepatan kualitas hasil pekerjaannya. Jika hal itu dapat dipadukan
keduanya maka akan menghasilkan harmonisasi kerja yang dinamis dan lebih
produktif (Hasibuan,1999:269).
Dari beberapa pendapat tokoh diatas maka dapat kita
simpulkan bahwa definisi dari kreatifitas adalah sebagai suatu pengalaman untuk
mengungkapan dan mengaktualisasi identitas individu seseorang secara terpadu
dalam hubungan eratnya dengan diri sendiri, orang lain ,dan lain-lain.
2. Cirri-ciri
kreatifitas kerja
Perusahaan membutuhkan karyawan yang kreatif ,karena
dalam proses melaksanakan suatu kegiatan para karyawan itu harus mampu
menampilkan keterampilan yang mereka punya. Menurut odiorne (1993:139)
cirri-ciri kreatifitas adalah sebagai berikut:
1. Rasa
ingin tahu dalam bekerja
Yaitu kreatifitas kerja karyawan dapat di
pertahankan jika rasa ingin tahu karyawan tetasp utuh pada pekerjaanya. Orang
yang memiliki rasa ingin tahu tidak hanya puas melihat bagaimana sesuatu
berjalan tetapi ia juga mempelajari mengapa terjadi hubungan yang mereka lihat
dan rasakan. Keingin tahuan itu tidak terpusat pada bidang sendiri, keinginanya
mencakup bidang yang berbeda dan membangkitan antusiasme yang spontan terhadap
masalah. Atau dengan kata lain rasa ingin tahu di barengi dengan kemampuan
karyawan mengemukan banyak gagasan,jawaban dari penyelesaian masalah atau pertanyaan.
2. Kemurnian
dan keterbukaan
Yaitu karyawan yang memiliki kreatifitas tentunya
memiliki kemurnian dalam pikiran. Disamping itu ia juga mampu memberikan banyak
solusi untuk berbagai hal yang menunjang pekerjaanya dengan menghubungkan masalah
dengan gejala yang sedang terjadi .
Keterbukaan dengan masalah kerja membuat orang lain
terkadang kurang siap menerima idea tau gagasan. Ada kalanya para karyawan
sangat siap menerima gagasan yang ideal, memberi penilaian dan
perkembangan dirinya sendiri serta
mengalisis masalah atau penyelesaian masalah secara kritis dengan selalu
mempertanggung jawabkan dalam dirinya.
3. Keyakinan
dalam bekerja
Yaitu keyakinan dan mampu mengatasi emosi dan
perasaan yang sedang di hadapi seorang karyawan yang kreatif mempunyai resep
tersendiri dalam mengatasinya ,yaitu dengan menciptakan keberanian dalam
dirinya dan mempertahankan sikap yang tidak terpengaruh dari kritikan orang
lain dan yang lebih terpenting belajar dari kesalahan masa lalu.
4. Bermain
dengan gagasan
Yaitu karyawan yang kreatif berusaha menciptakan
gagasan baru yang benar-benar berhaga sehingga tercipta hubungan dan konsep
yang bertanggung jawab dalam di karyawan.
3. Tahap-tahap
kreatifitas kerja
Kreativitas
tidak timbul serta-merta, tetapi melalui proses. Proses kreatif menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki
(2001:301) dalam bukunya Quantum Learning
mengalir melalui empat tahap,
hatap-tahap tersebut sebagai berikut :
1. Persiapan
yaitu meletakan dasar, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya.
2. Inkubasi
yaitu mengambil waktu untuk meninggalkan perkara, istirahat, waktu santai.
Sebuah busur tak dapat direntang terus-menerus untuk jangka panjang tanpa
bahaya patah.
3. Iluminasi
yaitu mendapatkan ide gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja, jawaban
baru Bagian paling nikmat dalam penciptaan, tahap AHA! Ketika segalanya jelas,
hubungan kaitan perkara gambling, dan penerangan untuk pemecahan masalah,
jawaban baru tiba-tiba tampak laksana kilat.
4. Verifikasi
yaitu memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah.
4. indicator-indikator
kreatifitas kerja
Indicator-indikator
kreatifitas yaitu:
1. Kreatifitas
dalam melaksanakan kegiatan
2. Kreatifitas
dalam merencanakan kegiatan
3. Kreatifitas
dalam mengevaluasi
C.
Kinerja
karyawan
1. Definisi
kinerja
Istilah kinerja berasal
dari kata job performance atau actual performance yang berarti prestasi kerja
atau prestasi sesunggunya yang dicapai seseorang. Menurut Mangkunegara (2000:
67) “kinerja adalah hasil kerja yang dihasilkan oleh seorang karyawan untuk
mencapai tujuan yang diharapkan ”. Menurut Besnadin dan Russell (1993 : 135)
“kinerja adalah catatan yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu
atau kegiatan selama periode waktu tertentu”.
Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan
kemampuan. Kinerja adalah suatu kegiatan yang di lakukan olah karyawan sesuai
dengan kemampuan yang telah di milikinya. Untuk menyelesaikan tugas atau
pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan
tertentu. Kesediaan dan ketrampilan seseorang tidaklah cukup efektif.
Menurut Notoatmodjo (1992:147), kinerja adalah
hasil kerja aktual yang dilakukan oleh pegawai sehubungan dengan pelaksanaan
tugas sehari-hari sesuai dengan apa yang telah digariskan untuk mencapai tujuan
organisasi.
Berdasarkan
pendapat beberapa ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa penilaian prestasi
kerja (kinerja) adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk
mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Disamping itu, juga
untuk menentukan pelatihan kerja secara tepat, memberikan tanggapan yang lebih
baik di masa mendatang dan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dalam hal
promosi jabatan dan penentuan imbalan. Dari beberapa pendapat
diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud Kinerja adalah hasil kerja yang
dicapai setiap karyawan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap
perusahaan. Penilaian kinerja merupakan proses yang dilakukan perusahaan dalam
mengevaluasi kinerja pekerjaan perusahaan.
Tujuan
dari penilaian prestasi kerja (kinerja) adalah untuk memperbaiki atau
meningkatkan kinerja organisasi dari SDM organisasi. Secara spesifik, tujuan dari
evaluasi kinerja sebagaimana dikemukakan Agus Sunyoto dalam A.A. Anwar Prabu
Mangkunegara, (2005:10) yaitu:
a. Meningkatkan saling pengertian
antara karyawan tentang persyaratan kinerja.
b. Mencatat dan mengakui hasil kerja
seseorang karyawan, sehingga mereka termotivasi untuk berbuat yang lebih baik,
atau sekurang-kurangnya berprestasi sama dengan prestasi yang terdahulu.
c. Memberikan peluang kepada karyawan untuk
mendiskusikan keinginan dan aspirasinya dan meningkatkan kepedulian terhadap
karir atau terhadap pekerjaan yang diembannya sekarang.
d. Mendefinisikan atau merumuskan kembali sasaran
masa depan, sehingga karyawan termotivasi untuk berprestasi sesuai dengan
potensinya.
2. Penilaian
kinerja
Penilaian kinerja merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan kinerja karyawan, karena dengan penilaian kinerja akan diketahui
seberapa baik seseorang telah bekerja sesuai dengan sasaran yang ingin
dicapainya.
Penilaian kinerja adalah merupakan Proses mengevaluasi
pelaksanaan kerja individu. Dalam
organisasi modern penilaian kinerja memberikan mekanisme penting bagi manajemen
untuk digunakan dalam menjelaskan tujuan dan standar-standar kinerja dan
memotivasi kinerja individu di waktu berikutnya (Simumora, 1997 : 416).
.
3. Tujuan
penilaian kinerja
Tujuan penilaian kinerja yaitu:
1. Pertanggungjawaban
Apabila
standard dan sasaran digunakan sebagai alat pengukur pertanggungjawaban, maka
dasar untuk pengambilan keputusan kenaikan
promosi, penugasan khusus, dan sebagainya adalah kualitas hasil
pekerjaan karyawan yang bersangkutan.
2. Pengembangan
Jika
standard dan sasaran digunakan sebagai alat untuk keperluan pengembangan, hal
itu mengacu pada dukungan yang diperlukan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan
mereka
4. Manfaat
penilaian kinerja adalah :
1. Manfaat
bagi karyawan
a. Meningkatkan
motivasi
b. Meningkatkan
kepuasan kerja
c. Adanya
kejelasan hasil yang di harapkan
d. Peningkatan
pengertian tentang nilai pribadi
e. Adanya
kesempatan berkomunikasi ke atasan
2. Manfaat
bagi penilai
a. Meningkatkan
kepuasan kerja
b. Kesempatan
untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan
c. Meningkatkan
kepuasan kerja baik dari para manajer maupun karyawan
d. Sebagai
sarana meningkatkan motivasi karyawan
3. Manfaat
bagi perusahaan
a. Meningkatkan
kualitas komunikasi
b. Meningkatkan
motivasi karyawan secara keseluruhan
c. Memperbaiki
seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan
5. Unsur-unsur
penilaian kinerja yang di gunakan dalam penilaian kinerja karyawan
1. Prestasi
kerja
Seorang
karyawan harus mampu mencapai hasil kerja yang dapat dipertanggung jawabkan
kualitas maupun kuantitas dan bekerja secara efektip dan efisien.
2. Kerja
sama
Para
karyawan dapat bekerjasama secara harmonis dengan sesame karyawan baik
horizontal maupun vertikal dalam mencapai sasaran perusahaan. Selalu
menciptakan suasana hubungan kerja yang baik diantara semua karyawan.
3. Disiplin
Karyawan
harus displin pada dirinya,tugas-tugasnya serta menaati peraturan-peraturan
yang berlaku baik secara tertulis maupun kebiasaan.
4. Kejujuran
Yang
dimaksud dengan kejujuran adalah ketulusan hati seorang tenaga kerja dalam
melaksanakan tugas dan pekerjaan serta kemampaun untuk tidak menyalahgunakan
wewang yang telah di berikan kepadanya. Karyawan harus berprilaku jujur trutama
pada diri sendiri,bawahannya,perjanjian dalam melasanakan jabatan harus sesuai
kata dengan perbuatan.
5. Kecakapan
Karyawan
itu harus cakap,inovatif, kreatif di dalam menyelesaikan tugas-tugas pada
jabatan dengan baik.
6. Loyalitas
Karyawan
setia dalam membela perusahaan atau korps dari tindakan yang merugikan.
7. Kepemimpinan
Pimpinan
harus mampu membina dan memotivasi bawahannya untuk bekerjasama dan efektip
dalam mencapai sasaran perusahaan.
8. Komunikatif
Karyawan
itu harus dapat berkomunikasi efektip dan mampu menerima informasi dari atasan
maupun bawahan baik sehingga tidak terjadi miskomunikasi.
9. Pendidikan
Karyawan
memiliki ijazah dari pendidik formal sesuai dengan spesifikasi jabatan.
10. Hasil
kerja
Yang dimaksud dengan hasil kerja
adalah kinerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas
dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Pada umumnya kerja seorang tenaga kerja
antara lain dipengaruhi oleh kecakapan, keterampilan, pengalaman, dan
kesungguhan tenaga kerja yang bersangkutan.
6. Karakteristik
penilaian kinerja
1. kriteria yang baik harus mampu di
ukur dengan cara-cara yang dapat di percaya.
2. kriteria yang baik harus mampu
membedakan individu-individu sesuai dengan kinerja
3. kriteria yang baik haruslah
sensitive terhadap masukan dan tindakan pemegang,jabatan
4. kreteria yang baik harus dapat di
terima oleh individu yang mengetahui kinerjanya
7. Pelaku
penilaian kinerja
1. Atasan
langsung
semua
hasil evaluasi kinerja pada tingkat bawah dan menengah pada umumnya dilakukan
oleh atasan langsumg karyawan tersebut
2. Rekan
kerja
evaluasi
ini merupakan salah satu sumber paling handal dari penilaian. Alasan rekan
sekerja yang tindakan dimana interaksi sehari-hari memberi pandangan menyeluruh
terhadap kinerja dalam pekerjaannya.
3. Pengevaluasian
diri
mengevaluasi
kinerja mereka sendiri apakah sudah konsisiten dengan nilai-nilai, dengan
sukarela dan pemberian kuasa.
4. Bawahan
langsung
evaluasi
bawahan langsung dapat memberikan informasi yang tepat dan rinci mengenai
perilaku seorang manajer, karena lazimnya penilaian yang mempunyai kontak yang
sering dinilai.
8. Indicator-indikator
kinerja
1. Loyalitas
adalah Kesetiaan pegawai terhadap organisasi dan semangat berkorban demi
tercapainya tujuan organisasi
2. Tanggung
Jawab adalah rasa memiliki organisasi dan kecintaan terhadap pekerjaan yang
dilakukan dan ditekuni serta berani menghadapi segala konsekuensi dan resiko
dari pekerjaan tersebut.
3. Ketrampilan
adalah Kemampuan pegawai untuk melaksanakan tugas serta menyelesaikan masalah
yang berhubungan dengan pekerjaan.
D.
Hubungan
antar lingkungan kerja dan kreatifitas kerja antara kinerja karyawan
Lingkungan kerja merupakan alat perkakas yang akan
berpengaruh terhadap kinerja karyawan jika lingkungan yang ada diperusahaan itu
baik. Lingkungan kerja yang menyenangkan bagi karyawan melalui pengikatan
hubungan yang harmonis dengan atasan maupun bahawan, serta didukung oleh sarana
dan prasarana yang memadai yang ada ditempat bekerja akan membawa dampak
positif bagi karyawan, sehingga kinerja meningkat.Suatu perusahaan mempunyai
tujuan untuk mendapatkan kreatifitas kerja yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,
begitu pula dengan adanya lingkungan kerja yang baik maka akan tercipta suasana
kerja yang menyenangkan dilingkungan perusahaan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kreatifitas
kerja akan berkaitan lansung dengan lingkungan kerja dalam berorganisasi yang
akhirnya akan menimbulkan kinerja karyawan sehingga terlihat adanya hubungan
kreatifitas dan lingkungan kerja dengan kinerja karyawan. Kreatifitas adalah
Penilaian kemampuan karywan dalam mengembangkan kreatifitas untuk menyelesaikan
pekerjaannya sehingga dapat bekerja lebih berdaya guna dan berhasil guna.
Kreatifitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru
(inovatif) atau belum ada sebelumnya,segar.menarik,aneh,dan mengejutkan,
berguna dan dapat di mengerti. Sedangkan kreatifitas kerja adalah aktivitas
imajinatif yang hasilnya merupakan pembentukan kombinasi dari informasi yang di
peroleh dari pengalaman-pengalaman sebelumnya menjadi hal yang baru,berarti dan
bermanfaat.
Kreativitas
merupakan suatu bidang kajian yang kompleks, yang menimbulkan berbagai
perbedaan pandangan. Perbedaan definisi kreativitas yang dikemukakan oleh
banyak ahli merupakan definisi yang saling melengkapi. Sudut pandang para ahli
terhadap kreativitas menjadi dasar perbedaan dari definisi kreativitas. Menurut
Munandar (1977) sebagaimana dikutip Reni Akbar-Hawadi dkk (2001), definisi
kreativitas tergantung pada segi penekanannya, kreativitas dapat didefinisikan
ke dalam empat jenis dimensi sebagai Four P's Creativity, yaitu dimensi Person,
Proses, Press dan Product. Kinerja adalah upaya aktivitas pegawai dalam
menghasilkan output berdasarkan pengembangan kerja yang terarah,
terorganisir dan berkesinambungan untuk mencapai substansi kerja.
Kinerja
merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Kinerja adalah suatu
kegiatan yang di lakukan olah karyawan sesuai dengan kemampuan yang telah di
milikinya. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya
memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan
ketrampilan seseorang tidaklah cukup efektif.
E.
Hipotesis
penelitian
Menurut sugiono (2003:15) hipotesis
adalah jawaban sementara terhadap perumusan penelitin,dengan demikian hipotesis
yang di ajukan oleh penulis sebagai berikut:
1. Ada
pengaruh upah terhadap kinerja karyawan pada PT.Intan Mas Indologam
2. Ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja
karyawan pada PT.Intan Mas Indologam
3. Ada pengaruh upah dan lingkungan kerja
terhadap kinerja karyawan pada PT.Intan Mas Indologam
BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Gambar
umum PT.Intan Mas Indologam
1.
Sejarah
berdirinya PT.Intanmas Indologam
PT.
Intanmas Indologam jln.com.(L) yos sudarso km,10.2 Medan. Didirikan pada tahun 1973 Perusahaan
ini merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang pengolahan
industri pipa besi yang berorientasi ekspor. Dengan produk utama terdiri dari
beberapa jenis seperti pipa dan besi yang unggul dimana seluruh orientasi
dengan pasar ekspor .
Lokasi pabrik terletak di jln. Kom
(L)Yos Sudarso Km 10.2 Medan dengan lokasi yang strategis berada dikawasan
perindustrian dan tidak menggangu lingkugan sekitar. Di daerah sekitar lokasi
PT.Intanmas Indologam utama juga
tersedia sumber daya manusia yang cukup besar berasal dari kota besar seperti
medan, belawan dan desa yang ada di sekitar perusahaan itu, dan menjadikan
perusahaan ini berkembang dengan cepat dalam jangka waktu yang relative
singkat. Hal ini terlihat dari pemasaraan produk yang pada awalnya hanya
kawasan asia saja sekarang sudah sampai ke negara yang maju dan memiliki penghasil yang besar.
Aktivitas Perusahaan
PT .Intanmas Idologam ini memproduksi
pipa dan besi yang berkualitas baik dapat dikatakan bahwa variasi produk
tergantung pada permintaan pasar karena perusahaan ini berorientasi “make to order “ maka bentuk, tipe, jenis
besi dan pipa yang digunakan serta spesifikasi –spesifikasi lainnya dari produk
yang dipesan ditentukan oleh pelanggan.
Jenis besi dan pipa umunya digunakan
untuk menyediakan pesanan pelanggan. Di PT Intanmas Indologam barang-barang
yang di produksi antara lain :besi baja, pipa pembuat saluran yang begitu
besar. Dengan ukuran yang sudah ditentukan dengan sebelumnya yang diminta oleh
para konsumen di olah dengan bahan yang terjamin baik segi fisik maupun dari
segi kualitasnya yang di buat perusahaan itu sendiri dengan produk yang
dihasilkan .PT .Intanmas Indologam mengekspor keluar negeri dengan menggunakan
kapal laut melalui pelabuhan Belawan. Pengangkutan produk menuju sekitar 30 ton
dalam satu container.
2. Sruktur organisasi PT.Intanmas
Indologam
Struktur organisasi merupakan salah satu cara untuk
bias menggambarkan tugas,wewenang dan tanggung jawab antara bagian yang satu
dengan bagian yang lainnya sehingga memungkinkan orang-orang dalam perusahaan
bekerja dengan tertib dan terarah sehingga semua dapat berjalan dengan lancer
demi tercapainya tujuan organisasi.
Struktur organisasi PT.Intanmas Indologam berbentuk
garis. Pada system organisasi garis wewenang dan tanggung jawab di limpahkan
kepada bawahan dan pertanngung jawaban pelaksanaan tugasnya di berikan kepada
atasan. Berdasarkan struktur organisasi ini,kita dapat melihat bahwa pimpinan
tertinggi perusahaan di pegang oleh direktur utama.
Adapun pembagian tugas dan wewenang pada struktur
organisasi dapat di jelaskan pada pembagian tugas sebagai berikut:
1. Direktur
utama
Tugas
utama untuk direktur utama adalah:
1. Bertanggung
jawab penuh atas semua kegiatan perusahaan merangkap sebagai bagian penelitian
dan pengembangan perusahaan.
2. Menentukan
kebijaksanaan perusahaan
3. Memimpin
dan menyusun rencana perusahaan
4. Memberikan
pengarahan dan memberi motivasi kerja para bawahan
2. Direktur
Direktur
oprasional bertanggung jawab dan mengawasi jalannya perusahaan secara
keseluruhan
3. Kepala
bagian SDM/ umum
Bertanggung
jawab atas pemasaran produksi local dan melaporkannya kepada direksi. Adapun
tugas dari kepala bagian pemasaran yaitu:
1. Merencanakan,
mengorganisasikan dam mengevaluasikan semua program pemasaran perusahaan agar
target perusahaan dapat di capai.
2. Bekerja
sama dengan kepala-kepala bagian yang laindalam menetapkan target
penjualan,pertumbuhan dan market share yang sesuai dengan tujuan perusahaan
4. Manager
umum dan keuangan
Yaitu
bertanggung jawab atas penjualan,kasir, administrasi dan penagihan dan
bertanggung jawab kepada direksi.
5. Kepala Bagian produksi
Bagian
produksi bertugas:
1. Bersama-sama
karyawan menentukan beasarnya produksi yang akan di hasilkan
2. Menentukan
kualitas dan komposisi pemakaian material
6. Bagian
keuangan
Bagian
keuangan bertugas:
1. Membuat laporan rugi/ laba dan neraca setiap
priodek
2. Menelitian kebenaran dan pemberian kode
perkiraan,kelengkapan kebenaran serta keabsahan lampiran- lampiran yang masuk
atau keluar dari bank
7. Kepala
Bagian administrasi/ keuangan
Bagian
administrasi/keuangan bertugas
1. Membuat
rencana pengeluaran uang,kebutuhan barang dan bahan,model kerja yang telah di
atur dengan anggaran perusahaan
2. Membuat
rencana kerja dan rencana anggaran tahunan
3.
Objek
peneltian
Penelitian ini dilaksanakan di PT. Intanmas
Indologam yang terletak di daerah di jln.com.(L) yos sudarso km.102. Adapun
yang menjadi pertimbangan adalah perusahaan bersedia memberikan data yang
diperlukan.
4.
Teknik
pengumpulan data
Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : Angket atau kuisioner adalah sejumlah
pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.
Peneliti menggunakan teknik ini untuk mendapatkan data tentang kepuasan kerja,
disiplin kerja dan komunikasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan angket
langsung dan tertutup dengan bentuk rating-scak, dimana daftar
pertanyaan ditanggapi langsung oleh responden sendiri dengan memilih jawaban
yang sudah tersedia. Sebelum menyusun angket, terlebih dahulu dibuat konsep
alat ukur yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan
5.
Hasilpenelitian
dan pembahasan.
1.
Analisis Hasil Regresi Berganda
Dalam analisis variabel terikat regresi ini adalah kinerja
sedangkan variabel bebasnya adalah lingkungan dan kreatifitas.
Seperti yang kita lihat dalam analisis regresi berganda berikut
yang menggunakan program eviews 7.
Analisis regresi berganda
Dependent Variable: KINERJA
|
||||
Method: Least Squares
|
||||
Date: 05/30/12
Time: 09:07
|
||||
Sample: 1 10
|
||||
Included observations: 10
|
||||
Variable
|
Coefficient
|
Std. Error
|
t-Statistic
|
Prob.
|
C
|
44.58281
|
27.17776
|
1.640415
|
0.1449
|
LINGKUNGAN
|
-0.636882
|
0.777256
|
-0.819397
|
0.4396
|
KREATIFITAS
|
0.211741
|
0.203118
|
1.042451
|
0.3319
|
R-squared
|
0.168105
|
Mean
dependent var
|
28.60000
|
|
Adjusted R-squared
|
-0.069579
|
S.D.
dependent var
|
4.647580
|
|
S.E. of regression
|
4.806549
|
Akaike
info criterion
|
6.221161
|
|
Sum squared resid
|
161.7204
|
Schwarz
criterion
|
6.311936
|
|
Log likelihood
|
-28.10580
|
Hannan-Quinn
criter.
|
6.121580
|
|
F-statistic
|
0.707262
|
Durbin-Watson
stat
|
1.749993
|
|
Prob(F-statistic)
|
0.525097
|
|||
sumber data; diolah dengan menggunakan program eviews 2007
Dari data diatas berarti persamaan regresinya adalah sebagai berikut
Kinerja
= 44.58281 – 0.636882 Lingkungan + 0.211741 kreatifitas
Dari data di atas bahwa hasil
analisis regresi dengan menggunakan data asli diperoleh bahwa nila koefisien
determinasi R2 sebesar 0,16. ini mengindikasikan bahwa variabel lingkungan dan
kreatifitas itu berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 16 % . sedangkan 84 % lainnya dipengaruhi oleh variabel lain.
Sedangkan untuk koefisien regresi
dari linkungan adalah sebesar -0,636 .
hal Ini berarti bahwa jika cara kerja lingkungan kerja perusahaan itu ditinkatankan
1 satuan, maka kinerja karyawan itu akan
naik sebesar 0,636 .
Sedangkan untuk nilai koefisien
regresi dari kreatifitas adalah sebesar 0,211. ini berarti bahwa jika
kreatifitas kerja karyawan itu di tingakatkan, maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,211
.
2.
Pengujian hipotesis
Pengujian
hipotesis dari data yang asli yaitu:
UJI ( T) HITUNG DAN ( F )
Kinerja = 44,58281
– 0,636882 Lingkungan + 0,211741 kreatifitas
(1,640415)* ( -0,819397 )* (
1,042451 )*
F hitung = 0,707262
Dari hasil regresi diatas , diketahui bahwa nilai t statistik untuk
variabel lingkungan adalah -0,819397 . sedangkan t statistik untuk variabel
kreatifitas adalah 1,042451. sedangkan nilai t tabel nya adalah 0,700 .
berdasarkan cara untuk melihat signifikasi atau tidak signifikasi uji t adalah
:
1. Hasil
uji t menunjukkan bahwa variabel lingkungan signifikan mempengaruhi kinerja
karyawan . karena t hitung < t tabel (-0,819397 < 0,700 ) maka H0 diterima.
Artinya lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan hipotesis pertama
dinyatakan ditolak.
2. Hasil
uji t menunjukkan bahwa variabel kreatifitas tidak signifikan mempengaruhi
kinerja karyawan. Karena t hitung > t
tabel (1,042451 > 0,700) maka H0 ditolak. Artinya kreatifitas kerja
berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan hipotesis kedua dinyatakan
diterima.
Jadi kesimpulannya disini terjadi Multikolinearitas yang berarti
salah satu variabel bebasnya tidak secara individu berpengaruh terhadap variabel
terikatnya yang berarti tidak signifikan.
Uji F digunakan untuk menguji hipotesis ketiga yaitu
mengetahui pengaruh lingkungan dan kreatifitas kerja secara bersana-sama
terhadap kinerja karyawan. Dari hasil analisis dengan program eviews diperoleh
nilai F hitung sebesar 0,707262 . Sedangkan F tabel pada taraf signifikansi 25%
dengan derajat kebebasan = (2,74) adalah
sebesar 3,15. Dikarenakan F hitung < F tabel (0,707262< 2,74), maka Ho
diterima berarti terdapat pengaruh yang tidak signifikan dari lingkungan dan
kreatifitas secara bersana -sama terhadap kinerja karyawan dan hipotesis ketiga
dinyatakan ditolak.
3.
Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dan
kreatifitas kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat
dari persamaan hasil regresi sebagai berikut: Y = 1,640415 -0,819397 X1 +
1,042451.X2. Artinya lingkungan yang layak dan bersih diberikan kepada karyawan
agar terjamin kenyamanan. lingkungan kerja yang tenang, bersih, bercahaya
terang, dan berventilasi udara yang baik akan memberikan suasana kerja yang
menyenangkan bagi karyawan.
Hasil
uji hipotesis pertama dengan uji t regresi memperoleh thitung variabel
lingkungan (X1) sebesar -0,819397 yang diterima pada taraf signifikansi 25% (p>0,25).
Hal ini berarti lingkungan signipikan berpengaruh positif terhadap kinerja
karyawan. Artinya semakin membaik lingkungan kerja karyawan, maka semakin
membaik juga kinerja karyawan. Sebaliknya semakin buruk lingkungan kerja, maka
semakin buruk juga potensi kinerja karyawan. Sedangkan kreatifitas kerja tidak
signipikan berpengaruh positif terhadap
kinerja karyawan. Jadi setelah di
analisis bahwa disini terjadi Multikolinearitas yang berarti salah satu
variabel bebasnya tidak secara individu berpengaruh terhadap variabel
terikatnya yang berarti tidak signifikan.
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, Diketahui bahwa nilai t statistik untuk variabel lingkungan adalah
-0,819397 . sedangkan t statistik untuk variabel kreatifitas adalah 1,042451.
sedangkan nilai t tabel nya adalah 0,700 . berdasarkan cara untuk melihat
signifikasi atau tidak signifikasi uji t , maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil
analisis regresi memperoleh persamaan Y=1,640415 -0,819397 +1,042451 yang
artinya kinerja karyawan di pengaruhi oleh lingkungan dan kreatifitas kerja
karyawan.
2. Hasil
uji t menunjukkan bahwa variabel lingkungan signifikan mempengaruhi kinerja karyawan .
karena t hitung < t tabel (-0,819397 < 0,700 ) maka H0 diterima. Artinya
lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan hipotesis pertama
dinyatakan ditolak.
3. Hasil
uji t menunjukkan bahwa variabel kreatifitas tidak signifikan mempengaruhi
kinerja karyawan. Karena t hitung > t
tabel (1,042451 > 0,700) maka H0 ditolak. Artinya kreatifitas kerja
berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan hipotesis kedua dinyatakan
diterima.
4. Uji
F digunakan untuk menguji hipotesis ketiga yaitu mengetahui pengaruh lingkungan
dan kreatifitas kerja secara bersana-sama terhadap kinerja karyawan. Dari hasil
analisis dengan program eviews diperoleh nilai F hitung sebesar 0,707262 .
Sedangkan F tabel pada taraf signifikansi 25% dengan derajat kebebasan = (2,74) adalah sebesar 3,15. Dikarenakan F
hitung < F tabel (0,707262< 2,74), maka Ho diterima berarti terdapat
pengaruh yang tidak signifikan dari lingkungan dan kreatifitas secara bersama
-sama terhadap kinerja karyawan dan hipotesis ketiga dinyatakan ditolak.
Jadi kesimpulannya disini terjadi Multikolinearitas yang berarti
salah satu variabel bebasnya tidak secara individu berpengaruh terhadap
variabel terikatnya yang berarti tidak signifikan.
B.
Saran
1. Bagi
karyawan
a. Lingkungan
signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan hipotesis pertama
dinyatakan ditolak. Oleh karena itu lingkungan kerja karyawan harus di jaga
kebersihannya supaya karyawan merasa nyaman dalam melaksanakan pekerjaan.
b. Kreatifitas
tidak signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan hipotesis
kedua dinyatakan diterima. Oleh karena itu karyawan sangat perlu di perhatikan
kekreatifan karena hal itu bisa memberi
manfaat bagi perusahaan.
2. Bagi perusahaan
a. Perusahaan
hendaknya lebih memperhatikan karyawan, memperhatian hak-hak karyawan,
memberikan kesejahteraan, dan sebagainya agar karyawan merasa betah dan
memiliki kinerja yang tinggi
b. Perusahaan
he ndaknya melakukan perbaikan terhadap gedung, fasilitas kerja, dan alat-alat
keselamatan kerja sehingga karyawan dapat bekerja dengan tenang dan nyaman
DAFTAR
PUSTAKA
1. Alex
S. Nitisemito. 1996. Manajemen Personalia . Jakarta: Ghaila Indonesia
2. Alex
S. Nitisemito. 2002. Wawasan Sumber Daya Manusia, Jakarta: Pustaka Utama
Grafiti.
3. Hamid,
E.S., Rowi, Budiman. 2003. Membangun profeisonal Muhammadiyah.
Yogjakarta: LPTP Muhammadiyah dan UAD PRESS.
4. Buzan,
Tony. 2003.Head First. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
5. Hawadi,
Reni Akbar, R. Sihadi Darmo Wihandjo, dan Mardi Wiyono. 2001. Keberbakatan Intelektual. Jakarta:
Grasindo
6. Hamid,
E.S., Rowi, Budiman. 2003. Membangun profeisonal Muhammadiyah.
Yogjakarta: LPTP Muhammadiyah dan UAD PRESS.
7. Prawirosentono,
Suyadi. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia ”Kebijakan
Kinerja Karyawan”. Yogyakarta:
BPFE.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar